Kamis, 08 November 2007

Tidak adakah cerita indah di negeri ini?

Ini bukan masalah politik, ekonomi, budaya, kepentingan atau apalah itu namanya, ini hanya suara hati dari diri saya sendiri.

Setiap dzuhur sehabis aku pulang kuliah sebelum aku melaksankan ibadah shalat dzuhur seringkali aku nyalakan computer lalu ku nonton acara televisi lewat TV Tuner ku, sesering aku menyaksikan berita di tiap saluran televise sesering itu pula aku dibuat resah.

Bagaimana tidak, setelah penat disuguhi berbagai macam materi dikelas kini aku dipaksa memakan semua berita – berita criminal yang disiarkan diseluruh saluran televise, entah apa yang sebenarnya ada dalam fikiran para praktisi jurnalistik TV itu, apa tidak ada berita lagi?

Hati ini rasanya ingin berontak, sebenarnya apa sich yang ingin dicapai oleh para pencari berita dilapangan itu? Apa karena sedikit rupiah atau benar-benar tuntutan kerja?

Siang hari disaat matahari tepat ada diubun-ubun kita ya mungkin itu bisa dibilang puncak dari hari yang kita lewati, dengan seenaknya mereka (media) memaksa kita untuk menyaksikan kisah-kisah pemerkosaan, pembunuhan, perampokan dan tindakan kriminal lainnya. Secara manusiawi apa kita akan nyaman? yah setidaknya nyaman dalam pandangan juga fikiran kita, siang hari dimana pada umumnya kita merefresh fikiran kita yang mungkin sudah panas juga dehidrasi, sebelum kita melanjutkan separuh hari yang harus kita lewati, yang ada kita membuat fikiran kita semakin panas saja Jangar” apalagi ketika menonton berita pembunuhan ketika sedang makan siang, apa itu gak bikin orang kehilangan nafsu makannya?

Disatu sisi, media juga masayarakat pada umumnya ingin Indonesia kembali bersinar, tidak ada lagi isu-isu kerusuhan di mata dunia dan ingin Indonesia di cap aman, tapi kan sebenarnya media-media di Indonesia juga yang membuat image Indonesia itu sendiri jadi jelek, ya bagaimana tidak orang tiap hari beritanya dikuasai kriminal sumua, dan biasanya kalu hari ini gak dapet berita pembunuhan pasti berita pembunuhan yang kemaren di puter lagi. Gak kreatif..

Sekecil apapun budget yang dimiliki stasiun TV baik yang baru muncul, yang dah lama bahkan yang mau bangkrut pasti memiliki siaran berita, yang saya tau sich katanya itu salah satu gengsi dari stasiun TV, adu gengsi sich boleh tapi apa kagak gengsi tuh kalo berita yang ditayangin tu semua sama di stasiun TV yang ada, Cuma beda cashing nya aja.

Kalo kaya gitu udah adja cukup satu station TV berita criminal yang ada di Idonesia ini yach apa ke namanya kan yang jelas walau beda bungkus isinya tetep sama.

Banyaknya berita criminal ternyata bukan membuat penontonnya tambah waspada, nyatanya tindakan criminal makin banyak, mungkin pemirsa sekarang udah gak bisa ngebedain antara acara gossip ama berita criminal. Atau mungkin sekarang dah sering artis yang melakukan tindak criminal muncul di acara gossip, juga muncul di acara berita criminal.

Disiarkan atau tidak di TV toh ternyata sekarang aparat lebih sigap, jadi jangan biarkan aparat terbiasa jadi aktris yang hanya beraksi ketika ada reporter yang pengen ikut penggerebekan dan lain sebagainya. Biarkan mereka bekerja professional begitupun dengan anda journalist…

Carilah info yang lebih menarik, sajikan berita-berita yang dapat gairahkan hidup setiap orang yang menyaksikannya, jadilah sumber insfirasi baik untuk khalayak, pemerintah masayrakat luar negeri bahkan media lain, akhirilah budaya plagiat.

Tidak adakah cerita indah di negeri ini?

Tidak ada komentar:

Powered By Blogger